"Berbagi Kata, Berbagi Berita"

Hilal di Bawah Ufuk, Syiar di Atas Bukit: Ikhtiar LPIK UNISMA Menjaga Tradisi Rukyat

Arsip Dokumentasi Panitia

LPM Fenomena, Kabupaten Blitar – Lembaga Pengkajian Ilmu Falak (LPIK) bersama Kader Falak Universitas Islam Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan rukyatul hilal penentuan awal Ramadhan 1447 H yang digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, di Bukit Banjarsari, Kabupaten Blitar.

Rombongan LPIK UNISMA berangkat dari Malang pada pukul 10.00 WIB dan tiba sekitar pukul 15.00 WIB setelah menempuh perjalanan darat selama lima jam. Dalam kegiatan tersebut, LPIK UNISMA mengirimkan tiga mahasiswa kader falak, yakni Ghazzy Fairuz Akhdan Sulistiadi (PAI), Firman Efendi (PAI), dan Muhammad Masykur Syauqi (PBSI). Mereka didampingi tiga dosen, yaitu Yoyok Amirudin, M.Pd.I., Ph.D., Dr. Imam Safi’i, M.Pd., dan Dr. Bagus Cahyanto, M.Pd. Di antara seluruh peserta yang hadir, rombongan UNISMA tercatat sebagai peserta dengan jarak tempuh terjauh.

Sinergi Lintas Lembaga

Di Bukit Banjarsari, kegiatan rukyat diikuti berbagai unsur dan lembaga, di antaranya terdapat Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), perwakilan lembaga pendidikan setempat, serta Kementerian Agama Kabupaten Blitar.

Kepala Kemenag Kabupaten Blitar, Farmadi S.Ag, M.HI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara perhitungan falak, posisi hilal berada di bawah ufuk.

“Bahwa, secara perhitungan semuanya ada di bawah ufuk. Tetapi tetap kita lakukan rukyat sebagai syiar kita. Walaupun jika terlihat hilal akan mengguncangkan dunia,” ujarnya disertai gelak tawa.

Pernyataan tersebut selaras dengan data falakiyah yang dirilis oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama, yang menyebutkan bahwa pada 17 Februari 2026 posisi hilal berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia.

Data Astronomis Ramadhan 1447 H

Berdasarkan dokumen koordinasi LFNU: Rukyatul hilal dilaksanakan Selasa, 17 Februari 2026 mulai pukul 16.00 waktu setempat. Secara hisab, hilal berada di bawah ufuk di seluruh Indonesia.

Dengan tetap menunggu hasil rukyat dan sidang isbat, prakiraan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 (mulai malam Kamis). Sidang isbat penetapan awal Ramadhan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai dasar keputusan resmi pemerintah.

Dalam pedoman NU, kriteria imkan rukyah mensyaratkan tinggi hilal minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°. Namun karena posisi hilal berada di bawah ufuk, maka secara astronomis termasuk zona istihalah al-rukyah (mustahil terlihat).

Ruang Belajar dan Penguatan Akademik

Keikutsertaan LPIK dan Kader Falak UNISMA menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan teori ilmu falak. Proses ini melatih ketelitian observasi, pemahaman data astronomis, penyusunan laporan rukyat, hingga komunikasi ilmiah di hadapan publik.

Meski secara hisab hilal berada di bawah ufuk, rukyat tetap dilaksanakan sebagai bagian dari syiar dan tradisi keilmuan Islam yang memadukan metode hisab dan rukyah. Partisipasi aktif ini menegaskan komitmen akademik UNISMA dalam pengembangan ilmu falak serta memperkuat jejaring dengan berbagai lembaga keagamaan di tingkat daerah dan nasional.

Reporter: Ghazzy Fairuz A. S. & Muhammad Masykur S.

Arsip Dokumentasi Panitia

reporter

Ghazzy Fairuz A. S. & Muhammad Masykur S.

Editor:

Redaksi LPM Fenomena

Berita Terkait

Tolak Otoritarianisme Kampus, BEM-FAI Unisma Gelar Diskusi Publik Tampung Aspirasi Mahasiswa

Nobar ‘Pesta Babi’ Perdana di Unisma: BEM-FT Sentil BEM-U hingga Suarakan “Papua Bukan Tanah Kosong!” 

Harlah FKIP Unisma Ke- 45 Hadirkan Kebersamaan, Dosen dan Mahasiswa Lebur Tanpa Sekat

Simfoni Perlawanan di Balai Kota: Saat Sekat Kelas Melebur dalam Distorsi dan Spanduk Tuntutan

Di Balik Tema “Gersang”: Kritik UKM Komunitas Teater Unisma terhadap Birokrasi Kampus di Hari Teater Dunia

KSM-E Kelompok Teater SAM UNISMA Tuntaskan Program Pengabdian Melalui Pelatihan Keaktoran Di Teater Awan MA Al-Ittihad Belung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Produk Fenomena

Majalah LPM Fenomena Edisi 30

Lensa

Terbaru

Tolak Otoritarianisme Kampus, BEM-FAI Unisma Gelar Diskusi Publik Tampung Aspirasi Mahasiswa

Flash Sale, Paylater, dan Mahasiswa yang Sulit Merasa Cukup

Nobar ‘Pesta Babi’ Perdana di Unisma: BEM-FT Sentil BEM-U hingga Suarakan “Papua Bukan Tanah Kosong!” 

Populer

Tolak Otoritarianisme Kampus, BEM-FAI Unisma Gelar Diskusi Publik Tampung Aspirasi Mahasiswa

Flash Sale, Paylater, dan Mahasiswa yang Sulit Merasa Cukup

Nobar ‘Pesta Babi’ Perdana di Unisma: BEM-FT Sentil BEM-U hingga Suarakan “Papua Bukan Tanah Kosong!” 

Terbaru

Tolak Otoritarianisme Kampus, BEM-FAI Unisma Gelar Diskusi Publik Tampung Aspirasi Mahasiswa

Flash Sale, Paylater, dan Mahasiswa yang Sulit Merasa Cukup

Nobar ‘Pesta Babi’ Perdana di Unisma: BEM-FT Sentil BEM-U hingga Suarakan “Papua Bukan Tanah Kosong!” 

Harlah FKIP Unisma Ke- 45 Hadirkan Kebersamaan, Dosen dan Mahasiswa Lebur Tanpa Sekat

Populer

Tolak Otoritarianisme Kampus, BEM-FAI Unisma Gelar Diskusi Publik Tampung Aspirasi Mahasiswa

Flash Sale, Paylater, dan Mahasiswa yang Sulit Merasa Cukup

Nobar ‘Pesta Babi’ Perdana di Unisma: BEM-FT Sentil BEM-U hingga Suarakan “Papua Bukan Tanah Kosong!” 

Harlah FKIP Unisma Ke- 45 Hadirkan Kebersamaan, Dosen dan Mahasiswa Lebur Tanpa Sekat

Produk Fenomena

Majalah LPM Fenomena Edisi 30

Lensa