LPM Fenomena – Universitas Islam Malang (Unisma) secara resmi melantik jajaran pengurus baru dari 20 Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) untuk masa bakti tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat di Auditorium Prof. Dr. KH. Muhammad Tholchah Hasan ini menandai langkah awal transformasi kemahasiswaan dalam mendukung visi universitas menuju kelas dunia (world class university).
Prosesi Pelantikan dan Atmosfer Kegiatan
Acara dimulai tepat waktu dengan rangkaian seremonial yang sakral. Berdasarkan pantauan siaran langsung, prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon. Gemuruh suara mahasiswa di dalam auditorium mencerminkan semangat juang dan dedikasi yang tinggi.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Rektor mengenai penetapan fungsionaris UKM. Sebanyak 20 organisasi mahasiswa, mulai dari bidang keagamaan, seni, olahraga, hingga penalaran, mengikuti pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D.
Amanat Rektor: Hilirisasi Kreativitas dan Inovasi
Dalam sambutannya, Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D, Rektor Unisma memberikan penekanan khusus pada peran mahasiswa sebagai agen perubahan di era digital. Beliau menyampaikan bahwa UKM harus menjadi wadah hilirisasi ide-ide kreatif mahasiswa agar tidak berhenti di tingkat wacana.
“Saya berharap pengurus periode 2026 ini tidak hanya menjalankan program kerja rutin, tetapi harus mampu menciptakan terobosan yang berkontribusi pada pencapaian World Class University. Kalian adalah wajah Unisma di mata internasional,” tegasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa sinkronisasi antara nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan kemajuan teknologi harus menjadi identitas utama setiap program kerja UKM.
Perspektif Pemimpin Baru: Antara Tradisi dan Prestasi
Menanggapi arahan tersebut, para ketua UKM terpilih menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan akselerasi organisasi.
Habibullah, Ketua Umum UKM MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah), menekankan pentingnya menjaga stabilitas internal. “Fokus kami adalah menghidupkan organisasi agar tidak stagnan. Melalui Forum Komunikasi (Forkom) UKM, kami ingin membangun kekompakan untuk mencapai kompetensi pengurus yang unggul, khususnya dalam memperkuat amaliah ke-NU-an yang berdampak nasional,” ujar Habibullah.
Hal tersebut ditambahkan oleh pernyataan Andika Ansori, Wakil Ketua Umum UKM Global Language Community (GLC() menyoroti aspek internasionalisasi yang menjadi target universitas, “Kami berkomitmen membawa nama Unisma ke kancah global melalui penguasaan bahasa dan partisipasi aktif dalam ajang internasional. Kaderisasi yang kuat akan menjadi kunci bagi kami untuk melampaui capaian periode sebelumnya.”
Upacara pelantikan ini diakhiri dengan serah terima jabatan antara kepengurusan baru dan lama. Dengan dikukuhkannya pengurus baru ini, Unisma menaruh harapan besar pada lahirnya inovasi-inovasi segar yang akan memperkuat posisi universitas baik di tingkat nasional maupun internasional sepanjang tahun 2026.





