LPMFENOMENA, MALANG – Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jawa Timur resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) IX yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk “Satu Jiwa untuk Literasi: Menulis sebagai Vitamin Jiwa Generasi Digital” pada Jumat (16/1). Agenda besar ini menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan visi kepenulisan di tengah arus digitalisasi.
Acara yang dipusatkan di Malang ini menghadirkan Dr. phil. Habiburrahman El Shirazy, Lc., M.A. (Kang Abik), penulis novel legendaris Ayat-Ayat Cinta, sebagai narasumber utama. Kehadiran Kang Abik diharapkan menjadi katalisator bagi kader-kader FLP untuk terus melahirkan karya yang memiliki kedalaman nilai spiritual dan intelektual.
Ketua FLP Jawa Timur dalam sambutannya menegaskan bahwa Muswil IX adalah nakhoda baru untuk membawa organisasi melahirkan tokoh-tokoh sastra besar di masa depan. Ia menekankan bahwa FLP Jawa Timur harus terus menjadi rahim bagi penulis-penulis kaliber nasional maupun internasional. Apresiasi khusus juga diberikan kepada FLP Cabang Malang atas kesigapannya mempersiapkan agenda wilayah ini dalam waktu yang relatif singkat setelah perhelatan Musyawarah Nasional di Surabaya.
Senada dengan hal tersebut, dalam prosesi pembukaan yang dilakukan oleh pihak rektorat universitas mitra, disampaikan bahwa menulis merupakan warisan abadi yang melampaui usia raga seseorang. Literasi dipandang sebagai instrumen untuk merekam sejarah dan pemikiran yang akan terus bermanfaat bagi generasi mendatang. Selain itu, muncul gagasan inovatif bagi penulis perempuan untuk memanfaatkan teknologi suara guna mengonversi gagasan verbal menjadi karya tulis, mengingat tingginya potensi produktivitas perempuan dalam berbahasa.
Seminar nasional ini dimoderatori oleh Candra Rahma Wijaya Putra, M.A., yang mengawal diskusi mengenai relevansi menulis sebagai “vitamin jiwa” bagi generasi digital agar tidak terjebak dalam konten instan yang dangkal.
Melalui Muswil IX ini, FLP Jawa Timur berkomitmen untuk memperkuat ekosistem literasi yang inklusif, kreatif, dan berdampak luas bagi masyarakat.





