"Berbagi Kata, Berbagi Berita"

Di Balik Tema “Gersang”: Kritik UKM Komunitas Teater Unisma terhadap Birokrasi Kampus di Hari Teater Dunia

Arsip LPM Fenomena
Arsip LPM Fenomena

LPM Fenomena–Memperingati Hari Teater Dunia (Hatedu), Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Komunitas Teater Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar pementasan kolektif bertajuk “Gersang” di area belakang Gedung B Unisma, Minggu (19/4). Acara ini menjadi panggung kolaborasi akbar bagi berbagai Badan Semi Otonom (BSO) teater lintas fakultas sekaligus refleksi kritis atas kondisi ekosistem terutama birokrasi atau kerektoratan kampus saat ini.

Arsip LPM Fenomena


Ketua Pelaksana Acara, Nur Anisa Fatkul Jannah, mengungkapkan bahwa pemilihan tema “Gersang” merupakan refleksi kritis atas kondisi ekosistem kampus saat ini. Ia memberikan analogi tajam: tanah sebagai fakultas, air sebagai birokrasi rektorat, dan tanaman sebagai mahasiswa.


“Filosofinya itu tanah itu fakultas, air itu rektor, dan tanaman itu mahasiswa. Maksudnya, rektorat memberikan dukungan yang minim ke fakultas, sementara fakultas memiliki banyak program kerja namun anggaran yang tersedia tidak mencukupi. Ada banyak kekurangan di sana,” tegasnya.

Imbuh seorang Performer Art yang tak mau disebutkan namanya berpendapat bagaimana acara ini juga dapat dimaknai untuk dan tentang bagaimana pihak dekan-dekan dari berbagai BSO teater yang dinaungi UKM ini seringkali ‘mengatur, tanpa memberi asupan, (sedikit demi sedikit) akhirnya mati’, lebih daripada itu bagai ‘dikendalikan’.


Meski persiapan hanya memakan waktu dua minggu, acara ini berhasil menyedot antusiasme tinggi dengan menampilkan kolaborasi penampil internal maupun komunitas teater luar yang turut diundang meramaikan. Pementasan dimeriahkan oleh penampilan dari BSO Paguyuban Semi (FEB), BSO Sanggar Kandang (Fapet), Artchif, Terpal (Teater Pecinta Alam), BSO Sanggar Bangkit (FKIP), hingga BSO Paguyuban Paseban (FIA). Selain para penampil tersebut, UKM Komunitas Teater UNISMA secara organisatoris menaungi sembilan BSO teater dari berbagai Fakultas di Unisma di antaranya selain yang disebutkan sebelumnya dengan keterangan fakultasnya, meliputi: BSO Teater Jagrak (FT), Teater Wayang Tuhan atau Watu (FAI), Teater Kompos (Faperta), Teater Venorika (FH), dan Teater Seni Budaya atau Sedaya (FMIPA).

Arsip LPM Fenomena


Sudrajat Kurniawan, seorang alumni sekaligus pegiat teater yang hadir, memberikan apresiasi khusus pada penampilan Teater Artchif dan Terpal. Ia menilai bahwa melalui seni, mahasiswa seharusnya bisa lebih bijaksana dan berani mengekspresikan keresahan batinnya.


“Gersang ini sesuatu yang kering yang perlu diolah kembali. Ini menjadi momentum bagi komunitas teater di UNISMA untuk mengolah kegersangan tersebut menjadi sebuah kesadaran,” ungkap Sudrajat.


Acara yang berlangsung sejak sore hari ini berakhir pada pukul 21.00 WIB. Acara ditutup dengan diskusi bersama sebagai ruang dialektika, mempertegas bahwa teater bukan sekadar tontonan, melainkan upaya kolektif mahasiswa UNISMA untuk tetap merawat nalar kritis dan kreativitas di tengah keterbatasan dukungan yang ada.

Arsip LPM Fenomena

reporter

Mukhammad Yusril Muzakky

Editor:

Redaksi LPM Fenomena

Berita Terkait

Peringati Dies Natalis ke-45, Fakultas Hukum Unisma Perkuat SDM dan Dorong Kontribusi Menuju World Class University

MTQ SLTA 2026 Unisma Jadi Ajang Lahirkan Generasi Qurani Berprestasi

Gunakan Hak Jawab, Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Non-Fisik Bantah Tudingan dan Duga Nomor Gawai Diretas

Rektorat Unisma Beri Respons Cepat: Pastikan Psikiater Korban dan Targetkan Penanganan Kasus Rampung Sebelum Masa HER

Jadi Wisudawan Terbaik Fakultas dan Universitas, Hanif Fathurrahman Berbagi Kiat Sukses Kuliah

Teater Bangkit FKIP Unisma Gelar Pentas Perdana 2026, Angkat Cerita Krisis Jati Diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Produk Fenomena

Majalah LPM Fenomena Edisi 30

Lensa

Terbaru

Peringati Dies Natalis ke-45, Fakultas Hukum Unisma Perkuat SDM dan Dorong Kontribusi Menuju World Class University

MTQ SLTA 2026 Unisma Jadi Ajang Lahirkan Generasi Qurani Berprestasi

Gunakan Hak Jawab, Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Non-Fisik Bantah Tudingan dan Duga Nomor Gawai Diretas

Populer

Peringati Dies Natalis ke-45, Fakultas Hukum Unisma Perkuat SDM dan Dorong Kontribusi Menuju World Class University

MTQ SLTA 2026 Unisma Jadi Ajang Lahirkan Generasi Qurani Berprestasi

Gunakan Hak Jawab, Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Non-Fisik Bantah Tudingan dan Duga Nomor Gawai Diretas

Terbaru

Peringati Dies Natalis ke-45, Fakultas Hukum Unisma Perkuat SDM dan Dorong Kontribusi Menuju World Class University

MTQ SLTA 2026 Unisma Jadi Ajang Lahirkan Generasi Qurani Berprestasi

Gunakan Hak Jawab, Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Non-Fisik Bantah Tudingan dan Duga Nomor Gawai Diretas

Rektorat Unisma Beri Respons Cepat: Pastikan Psikiater Korban dan Targetkan Penanganan Kasus Rampung Sebelum Masa HER

Populer

Peringati Dies Natalis ke-45, Fakultas Hukum Unisma Perkuat SDM dan Dorong Kontribusi Menuju World Class University

MTQ SLTA 2026 Unisma Jadi Ajang Lahirkan Generasi Qurani Berprestasi

Gunakan Hak Jawab, Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Non-Fisik Bantah Tudingan dan Duga Nomor Gawai Diretas

Rektorat Unisma Beri Respons Cepat: Pastikan Psikiater Korban dan Targetkan Penanganan Kasus Rampung Sebelum Masa HER

Produk Fenomena

Majalah LPM Fenomena Edisi 30

Lensa

Verified by MonsterInsights