LPM Fenomena – Yayasan Universitas Islam Malang (Unisma) resmi memperluas program fasilitas Rak Free hingga ke kantin lantai dua kampus. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata dalam memperkuat penunjang ekonomi kampus, sekaligus mempermudah mahasiswa memenuhi kebutuhan operasional dan konsumsi harian.
Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Bisnis Yayasan Unisma, Dewi Masyithoh, menjelaskan bahwa perluasan ini berkaca dari keberhasilan fasilitas serupa yang sebelumnya telah berjalan di lantai satu. “Kami perluas dari lantai satu agar lantai dua juga lebih menarik. Kami menambah tenan khusus untuk makanan ringan (snack),” ujarnya.

Dalam operasionalnya, Yayasan Unisma menerapkan sistem manajemen berbasis kemitraan dengan Indogrosir guna menjaga stabilitas pasokan barang secara rasional dan terstruktur. Selain itu, pengelolaan kasir di kantin ini juga memberdayakan mahasiswa Unisma melalui sistem kerja paruh waktu (part-time).
Sistem pengelolaan Rak Free menggunakan skema konsinyasi (consignment) atau bagi hasil. Melalui skema ini, seluruh sivitas akademika—baik dosen, karyawan, maupun mahasiswa—diperbolehkan menitipkan produk dagangan mereka tanpa dipungut biaya sewa stan, selama kapasitas slot rak yang tersedia masih kosong (free).
Meskipun stan di lantai dua saat ini belum sepenuhnya padat seperti lantai satu yang sudah ramai oleh jajan pasar dan kue basah, pihak yayasan optimistis fasilitas ini akan segera dipenuhi oleh para kontributor internal kampus. Program ini diharapkan mampu memacu perputaran ekonomi yang saling menguntungkan di lingkungan Universitas Islam Malang.





