"Berbagi Kata, Berbagi Berita"

Sajak Untuk Yunita

Oleh: Faizal Mubarok Ar-Rofy
Ilustrasi/ Pinterest

Hidup tak lagi sama

Sejak kukenal sebuah nama

Setiap saat adalah waktu yang rumit

Antara penantian dan harapan

Dalam kebodohan akan datangnya cinta

Melupakan sadar tidaklah mudah

Sebab pikiran selalu membawa ketakutan

Pada keniscayaan yang hampir mustahil

Tapi bagaimana pun juga

Melewatkan perasaan yang tertabur adalah kemunafikan

Begini saja

Memilikimu impian bagiku

Terdengar konyol, dan aku memang seperti itu

Dengan segala kerendahan yang ada

Yang tak suatu pun dapat mengetahui rasanya

Aku menyukaimu, Yunita

Naif, untuk orang yang baru saja kenal

Dapat melabuhkan perasaannya

Dengan sepenuh hati pula

Tak usahlah berpanjang-lebar

Kukira yang kumaksudkan sudah jelas

Biarlah orang-orang menilai sajak ini

Supaya mereka tahu pada siapa

Dan di mana aku berada

Sajak ini memang tak seindah yang ditulis Sapardi Djoko Damono

Yang ingin mencintai perempuannya dengan sederhana

Tidak, ini tidak seperti itu

Karena pada dirimu aku menemukan kesederhanaan

Oleh karena itu aku ingin selalu mencintaimu

Kututup ini dengan rasa yang sama

Rasa yang tak pernah hilang sejak aku mengenalmu

Faizal Mubarok Ar-Rofy

Mahasiswa PBSI UNISMA

Tulisan Lain di &

Mendung di Langit Malaysia

En Garde: Energi Booster dengan Lirik Penyemangat Anti-Give Up!

Di Suatu Kedepan Tanpa Gagang Senjata di Tempurung Kepala

Setan Bulan Puasa

A Love that Lasts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Harlah FKIP Unisma Ke- 45 Hadirkan Kebersamaan, Dosen dan Mahasiswa Lebur Tanpa Sekat

Simfoni Perlawanan di Balai Kota: Saat Sekat Kelas Melebur dalam Distorsi dan Spanduk Tuntutan

Di Balik Tema “Gersang”: Kritik UKM Komunitas Teater Unisma terhadap Birokrasi Kampus di Hari Teater Dunia

Hilal di Bawah Ufuk, Syiar di Atas Bukit: Ikhtiar LPIK UNISMA Menjaga Tradisi Rukyat

Populer

Harlah FKIP Unisma Ke- 45 Hadirkan Kebersamaan, Dosen dan Mahasiswa Lebur Tanpa Sekat

Simfoni Perlawanan di Balai Kota: Saat Sekat Kelas Melebur dalam Distorsi dan Spanduk Tuntutan

Di Balik Tema “Gersang”: Kritik UKM Komunitas Teater Unisma terhadap Birokrasi Kampus di Hari Teater Dunia

Hilal di Bawah Ufuk, Syiar di Atas Bukit: Ikhtiar LPIK UNISMA Menjaga Tradisi Rukyat