"Berbagi Kata, Berbagi Berita"

Mendung di Langit Malaysia

Oleh: Faizal Mubarok Ar-Rofy
Ilustrasi: Unsplash

Gelap menyelimuti bumi melayu sejak pagi

Tapi hujan tidak benar-benar terjadi

Atau mungkin aku salah memahami

Bahwa hujan bukan selalu tentang air yang jatuh

Angin yang bergemuruh

Dan tanah yang kumuh

Mendung memang sejak pagi hari

Tapi hujan tidak benar-benar terjadi

Tentu, karena aku bebas melakukan sesuatu

Tanpa terkekang apapun

Tapi menjelang petang, sesuatu mulai terjadi

Perlahan menjalar memasuki sendi-sendi

Seluruh titik hangat tubuh mendingin

Dan mendung adalah sejak dini hari

Tapi hujan tidak benar-benar terjadi

Eh, salah!

Kali ini mulai gerimis

Kacau, langit benar-benar gelap sekarang

Dan badai sepertinya akan segera datang

Benar saja, badai pun datang!

Astaga, badai melahap semua yang ditemuinya

Menerjang segala-gala yang menghalanginya

Ini gila!

Aku pun berteduh

Hah, berteduh tak cukup

Aku harus lari!

Menjauh dari segala kemungkinan yang membawa badai padaku

Atau membawaku padanya

Bodo amat memikirkannya

Aku lari menjauh

Semakin jauh!

Jauh!

Jauh!

Jauh!

Tulisan Lain di &

Semoga Tuhan Mengampuniku: Puisi-puisi oleh Aksara Alisya

Kamar Terang: Puisi-puisi Muhammad Rizqi Fadilah

En Garde: Energi Booster dengan Lirik Penyemangat Anti-Give Up!

Di Suatu Kedepan Tanpa Gagang Senjata di Tempurung Kepala

Setan Bulan Puasa

Sajak Untuk Yunita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Emban Misi Global, Pemenang Duta Kampus Unisma 2026 Siap Kawal Visi World Class University

Semoga Tuhan Mengampuniku: Puisi-puisi oleh Aksara Alisya

Kamar Terang: Puisi-puisi Muhammad Rizqi Fadilah

Dari Cublak-Cublak Suweng hingga Jaranan Dhor, Mahasiswa Asing ITS Menyelami Budaya Jawa di Unisma

Populer

Emban Misi Global, Pemenang Duta Kampus Unisma 2026 Siap Kawal Visi World Class University

Semoga Tuhan Mengampuniku: Puisi-puisi oleh Aksara Alisya

Kamar Terang: Puisi-puisi Muhammad Rizqi Fadilah

Dari Cublak-Cublak Suweng hingga Jaranan Dhor, Mahasiswa Asing ITS Menyelami Budaya Jawa di Unisma