"Berbagi Kata, Berbagi Berita"

Dari Cublak-Cublak Suweng hingga Jaranan Dhor, Mahasiswa Asing ITS Menyelami Budaya Jawa di Unisma

Arsip Penyelenggara
Foto bersama mahasiswa asing, LPBA_BIPA Unisma, dan UPBG ITS.

LPM Fenomena — Lembaga Pengembangan Bahasa Asing–Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (LPBA-BIPA) Universitas Islam Malang (Unisma) menerima kunjungan pertukaran pembelajaran budaya dari Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 4 Gedung Rektorat Umar bin Khattab Unisma ini diikuti oleh 19 mahasiswa asing dan 6 pengajar BIPA ITS, serta didampingi oleh 9 pengajar BIPA Unisma. Agenda utama kunjungan ini adalah pembelajaran budaya Jawa melalui seni pertunjukan dan permainan tradisional.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor I Unisma Erna Sulistyowati, Ketua LPBA-BIPA Unisma, Ika Hidayanti, serta Koordinator BIPA Unisma, Prayitno Tri Laksono.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tari Remo yang dibawakan oleh Robit Wahyu Febrian, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unisma, sebagai tarian penyambutan bagi rombongan tamu.

Dalam sambutannya, Koordinator BIPA Unisma, Prayitno Tri Laksono, menyampaikan harapan agar kolaborasi ini melahirkan program berkelanjutan. “Kegiatan ini nanti diharapkan bisa berlanjut, sehingga mahasiswa asing dari Unisma juga bisa melakukan kunjungan balasan ke ITS,” ujarnya.

Setelah sesi penyambutan, tiga mahasiswa internasional asal Afrika yang menempuh studi di ITS—yakni Twomo Brandon (Uganda), Valentine Kachund (Zimbabwe), dan Nuruddeen Shehu (Nigeria)—berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan bahasa Indonesia serta adaptasi kehidupan sehari-hari di Jawa Timur.

Para mahasiswa tersebut merupakan penerima berbagai skema beasiswa internasional, di antaranya Global Excellence Scholarship, Program Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan Indonesian AID Scholarship.

Antusiasme memuncak saat memasuki sesi pengenalan kesenian yang dipandu oleh Robit Wahyu Febrian dan M. Hisyam Zul Fahmi. Keduanya tidak hanya menampilkan tari tradisional Jaranan Dhor, tetapi juga membedah filosofi serta nilai budaya di baliknya. Peserta diperkenalkan dengan perlengkapan tradisi tersebut, termasuk makna simbolis sesajen seperti ingkung, nasi uduk, dan aneka bunga.

Foto bersama mahasiswa asing dengan penari Jaranan Dhor.

Suasana interaktif semakin terasa saat seluruh peserta diajak memainkan permainan tradisional cublak-cublak suweng. Delapan mahasiswa asing yang kalah dalam permainan tersebut mendapat “hukuman” edukatif, yakni tantangan untuk mempelajari gerakan dasar Jaranan Dhor secara langsung. Sebelum tampil, mereka mendapatkan arahan teknis singkat dari Hisyam.

Antusiasme tinggi dari para peserta membuat sesi praktik budaya ini berlangsung lebih lama dari jadwal. Tepat pada pukul 16.00 WIB, usai menuntaskan seluruh agenda di kampus, rombongan mahasiswa internasional tersebut bertolak menuju Desa Ngawonggo, Kabupaten Malang, untuk melanjutkan eksplorasi kearifan lokal secara langsung.

reporter

Ahmad Falah Al Ansori

Editor:

Redaksi LPM Fenomena

Berita Terkait

Emban Misi Global, Pemenang Duta Kampus Unisma 2026 Siap Kawal Visi World Class University

Kolaborasi Kemanusiaan: Himaprodi PBSI dan UKM KSR PMI Unisma Gelar Aksi Donor Darah

BSO Putra-Putri FKIP UNISMA Gelar Dies Maulidiyah di Kedai Kopi Kalimetro

Himaprodi Ilmu Hukum Unisma dan HMPS HTN UIN Malang Gelar Studi Banding Proker

Himaprodi PBSI Unisma Sukses Jadi Tuan Rumah Studi Banding Lintas Kampus

Menolak Mati, Aksara Project Collective Tandai Kebangkitan Lewat ‘Sasana Sasrawungan’ dan Diskusi Kritis Film ‘Pesta Babi’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Produk Fenomena

Majalah LPM Fenomena Edisi 30

Lensa

Terbaru

Emban Misi Global, Pemenang Duta Kampus Unisma 2026 Siap Kawal Visi World Class University

Semoga Tuhan Mengampuniku: Puisi-puisi oleh Aksara Alisya

Kamar Terang: Puisi-puisi Muhammad Rizqi Fadilah

Populer

Emban Misi Global, Pemenang Duta Kampus Unisma 2026 Siap Kawal Visi World Class University

Semoga Tuhan Mengampuniku: Puisi-puisi oleh Aksara Alisya

Kamar Terang: Puisi-puisi Muhammad Rizqi Fadilah

Terbaru

Emban Misi Global, Pemenang Duta Kampus Unisma 2026 Siap Kawal Visi World Class University

Semoga Tuhan Mengampuniku: Puisi-puisi oleh Aksara Alisya

Kamar Terang: Puisi-puisi Muhammad Rizqi Fadilah

Dari Cublak-Cublak Suweng hingga Jaranan Dhor, Mahasiswa Asing ITS Menyelami Budaya Jawa di Unisma

Populer

Emban Misi Global, Pemenang Duta Kampus Unisma 2026 Siap Kawal Visi World Class University

Semoga Tuhan Mengampuniku: Puisi-puisi oleh Aksara Alisya

Kamar Terang: Puisi-puisi Muhammad Rizqi Fadilah

Dari Cublak-Cublak Suweng hingga Jaranan Dhor, Mahasiswa Asing ITS Menyelami Budaya Jawa di Unisma

Produk Fenomena

Majalah LPM Fenomena Edisi 30

Lensa