Malang – Badan Semi Otonom (BSO) Teater Bangkit Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Pentas Perdana 2026 pada Sabtu, 4 Juli 2026, di Gedung Oesman Mansoer. Pementasan ini mengangkat naskah berjudul Aktor-aktor Yang Tersesat Dalam Drama Tanda Tanya karya Irwan Jamal, hasil dari proses latihan selama tiga bulan yang dimulai sejak minggu kedua April 2026.
Pementasan disutradarai oleh Faizal Zaki, dengan Nadhira Inabela sebagai asisten sutradara. Naskah ini bercerita tentang empat aktor yang bergelut dengan situasi kehilangan salah satu rekan di waktu yang sangat terbatas. Berbagai solusi mereka coba hadirkan, namun ego masing-masing membuat satu pertanyaan justru melahirkan pertanyaan baru, hingga pertunjukan yang seharusnya terwujud berubah menjadi pertengkaran tanpa henti.
Salah satu aktor yang terlibat dalam pementasan menjelaskan bahwa, pesan utama yang ingin disampaikan lewat naskah ini adalah pentingnya bertindak dan berpikir positif dalam situasi sulit.
“Kita sebagai manusia harus pandai bertindak dan berpikir positif dalam situasi apapun, menghargai pendapat orang lain, dan menjaga ego masing-masing agar masalah terselesaikan,” ujarnya.
Pementasan dibuka dengan prolog yang ditampilkan oleh para aktor di tiap lantai gedung FKIP, menggambarkan kegelisahan atas hilangnya satu aktor tanpa kabar sekaligus sutradara yang turut menghilang. Menurut narasumber, adegan tersebut sepenuhnya bagian dari alur cerita yang sengaja dihadirkan untuk memperkuat motivasi dan penjiwaan karakter para aktor, bukan kejadian nyata di balik pementasan.
Pentas Perdana ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh alumni Teater Bangkit, sejumlah sanggar dari luar kampus termasuk Sanggar Teater Institut Universitas Negeri Surabaya (Unesa), perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa) FKIP dan unit kegiatan mahasiswa (UKM), serta masyarakat umum, termasuk orang tua dari salah satu aktor yang turut menyaksikan pertunjukan anaknya.
Suasana pementasan berlangsung meriah, ditandai dengan tepuk tangan penonton di akhir acara. Sebagian penonton sempat merasa kebingungan menghubungkan prolog dengan alur naskah utama, namun kebingungan tersebut terjawab dalam sesi sarasehan yang dipandu langsung oleh sutradara usai pertunjukan.
Salah satu momen paling berkesan menurut para aktor terjadi saat pementasan berlangsung, ketika salah satu aktor sempat lupa dialog dan membuat aktor lain sempat kebingungan di atas panggung. Situasi tersebut berhasil diatasi ketika salah seorang aktor melanjutkan dialog dan melewati bagian yang terlupakan, sementara aktor lain menimpali sehingga pertunjukan tetap berjalan lancar hingga usai.


