LPM PENOMENA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Ilmu Hukum Universitas Islam Malang (Unisma) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar acara studi banding pada Sabtu (06/06/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menjembatani Perspektif: Mendorong Kolaborasi untuk Organisasi yang Lebih Kuat” ini dilaksanakan di Gedung B Lantai VII Unisma, dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Pertemuan lintas kampus tersebut difokuskan untuk membahas pemaparan serta evaluasi program kerja (proker), substansi divisi, hingga peluang kolaborasi antarkedua himpunan.
Ketua HMPS HTN UIN Malang, Lutfi Maulana Ishaq, menjelaskan bahwa pemilihan Unisma sebagai mitra studi banding didasarkan pada kesepakatan bersama yang telah dibangun sebelumnya oleh kedua belah pihak melalui diskusi santai.
“Kami membahas banyak hal, terutama program kerja dan substansi divisi. Kolaborasi ini juga didasarkan atas kesepakatan yang pernah kami bangun bersama ketua Hima Hukum Unisma saat berdiskusi santai sebelumnya,” ujar Lutfi.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Hima Prodi Ilmu Hukum Unisma, M. Nengah Yunan Alfian. Yunan memaparkan bahwa forum ini menjadi ruang yang produktif untuk saling bertukar pikiran mengenai proyeksi program kerja di masing-masing instansi. Sebagai tuan rumah, pihak Unisma telah menyiapkan seluruh fasilitas agar pelaksanaan acara berjalan taktis dan terstruktur.
“Kami saling bertukar pikiran dan proker, baik yang ada di Hima Ilmu Hukum Unisma maupun di HMPS HTN UIN. Karena kami yang mengundang, kami menyiapkan tempat dan seluruh keperluannya di Unisma agar lebih mudah dalam menyiapkan rangkaian acaranya,” kata Yunan.
Kerja sama ini dipastikan tidak akan berhenti pada kunjungan seremonial belaka. Kedua belah pihak berkomitmen menjaga konsistensi komunikasi melalui rencana penyelenggaraan kajian rutin lintas kampus. Terdekat, mereka berencana menggelar kajian bersama mengenai isu kesetaraan gender yang dijadwalkan pada bulan depan.
Melalui studi banding ini, Yunan berharap refleksi dan perbandingan proker yang didapatkan dapat menjadi bekal evaluasi bagi kepengurusan Hima Ilmu Hukum Unisma ke depan agar mampu menghadirkan program-program yang lebih menarik. Sementara itu, Lutfi berharap kolaborasi akademik ini dapat memacu mahasiswa dari kedua kampus untuk lebih melek dan responsif terhadap dinamika hukum serta politik di tengah masifnya arus globalisasi.





