Sebelum tahun baru tiba dan malam nanti kembang api menyala, warna-warna dari setiap kembang api meletus dan lihat baik-baik perjuangannya masih terlihat serta mempertanyakan tentang kejelasan BEM-UNISMA yang mengharapkan keadilan kepada kedua Paslon bagaimana enaknya serta untuk kemajuan BEM-U kedepannya agar terus andil di berbagai sektor baik di kampus, masyarakat, atau bahkan bangsa ini.
Di jajaran Ormawa fakultas sudah ada sebagian yang pelantikan, bahkan beberapa lainnya juga sudah mempersiapkan pelantikan. Bagaimana terkait tingkat universitas, terkhusus BEM-U? Sudihkah Rektorat memberikan Surat Kepengurusan (SK) dan melantik BEM-U dari Paslon 01 atas kecurangannya dari suara Fakultas Hukum karena di tulis ulang? Atau melantik Paslon 02 yang sudah benar-benar murni menang?
Keterlambatan dan ketidakselesaian kasus ini juga akan dilihat oleh mahasiswa UNISMA atau bahkan diluar Unisma, serta mengurangi kualitas BEM-U dan minat mahasiswa untuk berproses di BEM-U karena problem yang ada.
BEM-U yang diharapkan membentuk mahasiswa dari berbagai wadah yang ada di antaranya ; Sekretaris Jenderal (SEKJEN), Menteri Koordinator Pembangunan manusia dan Kebudayaan (MENKO PMK), Menteri Koordinator bidang Inovasi, Komunikasi, dan Informasi Deputi (MENKO KOMINFO & DEPUTI), Kementerian Kesekretariatan (KESEKRETARIATAN), Kementerian Keuangan (KEMENKEU), Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Kementerian dalam Negeri (KEMENDAGRI), Kementerian Luar Negeri (KEMENLU), Kementerian Advokasi Kesejahteraan dalam Masyarakat (ADVOKESMA) Kementerian Advokasi Sosial Masyarakat (ADVOSOSMA), Kementerian Lingkungan Hidup (LINGDUP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD), Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF), Kementerian Agama (KEMENAG), Kementerian Pemberdayaan Perempuan (KEMENPEMPER), Kementerian Informasi dan Komunikasi (KOMINFO), Kementerian Pengembangan Wacana dan Propaganda (KPWP).
BEM-U pastinya juga akan memerlukan massa yang banyak sesuai dengan kouta yang diharapkan untuk menghidupi BEM-U sesuai dengan kinerja di bidang-bidang masing-masing. Dalam hal ini perlu ketegasan dari rektorat untuk cepat menuntaskan. Tentu tidak mau toh BEM-U tidak ada kontribusinya sama sekali ke kampus atau bahkan tidak berguna?
Dalam rangka menyambut tahun baru, pemimpin baru dengan berbagai pertanyaan dan keprihatinan yang muncul terkait kejelasan BEM-UNISMA. Penulis mengharapkan keadilan dalam proses Paslon 01 yang mengalami kontroversi di FH untuk segera terselesaikan dengan tegas dan adil demi kemajuan BEM-UNISMA. Akhiran, semoga SK jatuh kepada tangan yang benar dan cepat pelantikan, Rabbanaftaḥ bainanā wa baina qauminā bil-ḥaqqi wa anta khairul-fātiḥīn. Amiin.


