LPM Fenomena — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Himaprodi PBSI) Universitas Islam Malang (Unisma) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Palang Merah Indonesia (PMI) Unisma menggelar aksi donor darah massal di lingkungan kampus, tepatnya di sebelah timur kantin kampus, pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan ini guna menjaga stabilitas pasokan darah daerah sekaligus memicu kepedulian sosial mahasiswa.
Kegiatan kolaborasi lintas organisasi yang mengusung tema “Dari Setetes Kepedulian, Tumbuh Kehidupan dan Harapan” ini berhasil mengumpulkan 39 civitas akademika sejak pagi hari. Sinergi ini membagi porsi kerja spesifik, UKM PMI mengendalikan persyaratan sebelum mendonorkan, sedangkan Himaprodi PBSI menggerakkan pengumpulan massa.
Ketua Pelaksana dari pihak Himaprodi PBSI, Ahmad Chusaini, menyatakan bahwa kolaborasi ini sengaja digagas untuk memperluas dampak pengabdian mahasiswa ke masyarakat luar. Ia mengakui penyamaan visi membutuhkan komunikasi intens guna menekan ego dari masing-masing lembaga akibat perbedaan kultur kerja dan alur prosedur internal.
“Tantangan terbesar jelas ada pada penyatuan waktu dan penyelarasan kultur kerja. Kuncinya ada pada komunikasi yang terbuka dan menurunkan ego sektoral masing-masing organisasi sejak awal pertemuan informal kami,” ujar Ahmad di lokasi kegiatan.

Untuk menyiasati kendala tersebut, panitia menerapkan sistem cross-briefing berkala antar divisi, menyusun timeline yang ketat, serta mengoptimalkan koordinasi digital guna menghindari miskomunikasi.
Ketua Pelaksana dari UKM PMI, Amelia Eka Riyanto, menambahkan bahwa pembagian tanggung jawab di lapangan dibuat presisi untuk mencegah tumpang tindih tugas overlapping. Manajemen taktis di lapangan mengandalkan fleksibilitas dan komitmen saling melengkapi antar-tim.
“Setetes darah atau sedikit waktu yang disumbangkan oleh para peserta mungkin terlihat sederhana bagi mereka, tetapi bagi orang yang membutuhkan di luar sana, itu adalah kehidupan dan harapan yang baru. Di lapangan, kami memastikan seluruh pelayanan teknis berjalan aman, nyaman, dan humanis,” kata Amelia.
Seluruh kantong darah yang berhasil dihimpun dalam aksi ini langsung diserahkan kepada Unit Transfusi Darah (UTD) PMI untuk kemudian disalurkan ke berbagai fasilitas kesehatan yang membutuhkan.





