"Berbagi Kata, Berbagi Berita"

Jadi Wisudawan Terbaik Fakultas dan Universitas, Hanif Fathurrahman Berbagi Kiat Sukses Kuliah

Wisudawan Terbaik saat memberikan pidato penyambutan.
Foto: Hanif Saat Berpidato Selepas Dinobatkan Wisudawan Terbaik.

LPM Fenomena – Hanif Fathurrahman resmi dinobatkan sebagai wisudawan terbaik tingkat Fakultas Hukum (FH) sekaligus wisudawan “Terbaik Dua” Universitas Islam Malang (Unisma) dalam prosesi wisuda periode 79 yang di gelar pada Sabtu, (27/06/2026) lalu. Salah satu pemilik indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi tersebut sukses menyelesaikan studinya dengan waktu yang tepat 7 semester dan torehan prestasi yang membanggakan.

Sebelumnya, Hanif pernah berhasil menjadi Runner-up 2 Putra-Putri Fakultas Hukum Unisma 2022, Harapan 1 Kompetisi Debat Hukum Nasional Brawijaya Law Fair 2023 dan Juara 3 dalam Kompetisi Mediasi Piala Mahkamah Agung 2025.

Menanggapi pencapaian ini, Hanif mengaku sangat bersyukur dan bangga atas hasil kerja kerasnya selama ini. Ia merasa seluruh pengorbanan dan perjuangan yang telah dilewatinya selama masa perkuliahan kini telah terbayar lunas.

“Kesan saya, alhamdulillah, bahagia dan juga bangga. Selama ini banyak penderitaan dan beberapa hal yang sudah saya lalui, alhamdulillah sudah berhasil,” ujar Hanif saat diwawancarai setelah prosesi kelulusan.

Bagi Hanif, dorongan terbesar untuk menyelesaikan kuliah dengan hasil terbaik adalah impian besar yang ia simpan secara personal. Baginya, memiliki impian yang besar menuntut seseorang untuk berani menghadapi setiap tantangan dan proses yang tidak mudah.

Ia juga percaya bahwa tidak ada usaha yang mengkhianati hasil dalam proses akademik. Ketika disinggung mengenai faktor yang membuatnya menjadi lulusan terbaik, Hanif memberikan jawaban yang sederhana namun percaya diri.

“Kunci menjadi wisudawan terbaik? Pintar,” selorohnya sembari bercanda.

Meski menjawab dengan kelakar, Hanif tidak menampik bahwa perjalanan akademisnya tidak selalu berjalan mulus atau tanpa hambatan. Ia tidak menampik pernah mengalami fase jenuh, merasa ragu, hingga mengalami overthinking terkait tugas-tugas perkuliahan yang dihadapinya.

Untuk mengatasi fase tersebut, Hanif memilih untuk memeriksa kembali dan mendalami materi perkuliahan secara mandiri. Langkah ini dinilainya efektif untuk membangun kembali kepercayaan diri terhadap keilmuan yang dipelajarinya.

“Lebih baik kita pastikan lagi dengan cara me-review ulang atau mutalaah istilahnya. Jadi agar pemantapan keilmuannya lebih eksplisit,” tutur Hanif menjelaskan strateginya saat menghadapi titik jenuh.

Sebagai lulusan terbaik, Hanif berpesan kepada mahasiswa yang masih aktif kuliah agar tidak hanya fokus mengejar nilai atau IPK semata. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap materi perkuliahan jauh lebih krusial untuk masa depan.

Mahasiswa diharapkan mampu memilah materi mana yang dapat membangun kepribadian dan relevan untuk diterapkan di dunia nyata. Selain itu, mengasah keahlian (skill) praktis jauh lebih utama daripada sekadar angka di atas kertas.

“Nilai itu enggak terlalu penting. Yang paling penting adalah skill kamu saat paham soal materi perkuliahan,” tegas Hanif.

Ia juga mendorong para mahasiswa untuk berani menguji kemampuan akademis mereka melalui berbagai kompetisi luar kampus yang sesuai dengan bidang studi masing-masing. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengukur sejauh mana kesiapan mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.

“Kalau kalian sudah meyakini paham materi perkuliahan, coba diuji dengan kompetisi-kompetisi yang sesuai dengan bidang kalian,” pungkasnya.

reporter

M. Omrowi

Editor:

Redaksi LPM Fenomena

Berita Terkait

Rektorat Unisma Beri Respons Cepat: Pastikan Psikiater Korban dan Targetkan Penanganan Kasus Rampung Sebelum Masa HER

Teater Bangkit FKIP Unisma Gelar Pentas Perdana 2026, Angkat Cerita Krisis Jati Diri

Terdata Sembilan Korban Termasuk Anak di Bawah Umur, Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa Unisma Berujung ke Polisi

Garda Swarna: Cara Unik SMK PGRI 3 Malang Ubah Kultur Disiplin Sejak Hari Pertama

Membangun Kesadaran Kritis terhadap Isu Lingkungan Hidup, Hak Masyarakat Adat, dan Hak Asasi Manusia melalui Film Dokumenter Menolak Punah

Muharram 1448 H: Gandeng Lembaga Inggris, Unisma Salurkan Santunan untuk 1.500 Anak Yatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Produk Fenomena

Majalah LPM Fenomena Edisi 30

Lensa

Terbaru

Rektorat Unisma Beri Respons Cepat: Pastikan Psikiater Korban dan Targetkan Penanganan Kasus Rampung Sebelum Masa HER

Jadi Wisudawan Terbaik Fakultas dan Universitas, Hanif Fathurrahman Berbagi Kiat Sukses Kuliah

Teater Bangkit FKIP Unisma Gelar Pentas Perdana 2026, Angkat Cerita Krisis Jati Diri

Populer

Rektorat Unisma Beri Respons Cepat: Pastikan Psikiater Korban dan Targetkan Penanganan Kasus Rampung Sebelum Masa HER

Jadi Wisudawan Terbaik Fakultas dan Universitas, Hanif Fathurrahman Berbagi Kiat Sukses Kuliah

Teater Bangkit FKIP Unisma Gelar Pentas Perdana 2026, Angkat Cerita Krisis Jati Diri

Terbaru

Rektorat Unisma Beri Respons Cepat: Pastikan Psikiater Korban dan Targetkan Penanganan Kasus Rampung Sebelum Masa HER

Jadi Wisudawan Terbaik Fakultas dan Universitas, Hanif Fathurrahman Berbagi Kiat Sukses Kuliah

Teater Bangkit FKIP Unisma Gelar Pentas Perdana 2026, Angkat Cerita Krisis Jati Diri

Terdata Sembilan Korban Termasuk Anak di Bawah Umur, Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa Unisma Berujung ke Polisi

Populer

Rektorat Unisma Beri Respons Cepat: Pastikan Psikiater Korban dan Targetkan Penanganan Kasus Rampung Sebelum Masa HER

Jadi Wisudawan Terbaik Fakultas dan Universitas, Hanif Fathurrahman Berbagi Kiat Sukses Kuliah

Teater Bangkit FKIP Unisma Gelar Pentas Perdana 2026, Angkat Cerita Krisis Jati Diri

Terdata Sembilan Korban Termasuk Anak di Bawah Umur, Dugaan Kekerasan Seksual Mahasiswa Unisma Berujung ke Polisi

Produk Fenomena

Majalah LPM Fenomena Edisi 30

Lensa

Verified by MonsterInsights