"Berbagi Kata, Berbagi Berita"

Tiada Kemerdekaan Hari Ini dan Puisi Lainnya

Oleh: Memamu Dezek
Gambar oleh Syahdan Cahya Nugraha dari Pixabay
Malang oh Malang 

Sungguh nasib kita yang malang
Punya pemimpin berotak udang
Punya perwakilan layak telanjang
Perkosa kedaulatan rakyat dengan riang

Malang oh Malang

Walaupun kemarin kita dikata anjing yang menggonggong
Kita akan tetap hidup, turun ke jalan, menghitam dan melolong
Kita praktekkan kesewenang-wenangan
Kita tunjukkan perasaan tidak aman

Malang oh Malang

Mereka yang bersenjata takut petasan
Mereka yang bersenjata takut teriakan
Mereka yang bersenjata takut demonstran
Mereka yang bersenjata adalah gundik ayu kekuasaan

Malang oh Malang

Kita perjelas kemalangan
Seragam mengejar kita yang tunggang langgang
Menerima pentungan, mencium pukulan
Baru kemarin disahkan sekarang sudah pamer keberingasan

Malang oh Malang

Semoga nasibmu tak terus malang
Semoga bangsa ini segera cukup sadar dan ikut melawan
Semoga kawan kita dikembalikan
Kita semua lelah terinjak kumpulan ketololan

Malang oh Malang

Akhir kita bukan kemenangan
Kita hanya harus terus melawan
Jaga aman, jaga kawan, jaga kedaulatan
Dengan lantang, kita teriakan lagi
Hidup Kemanusiaan

2025
Saudara Laki-laki Kami

kami punya saudara laki-laki bernama Andrie
langkah nya adalah peduli sepenuh hati
nafasnya adalah nyali yang berani
dan suaranya adalah nasib hidup bersama kami

kapan hari bodoh TNI
mencoba membuatnya mati
pedih air keras membakar
sebagian tubuhnya yang berarti

mereka pikir air itu lebih keras
daripada hati dan kepala Andrie
mereka pikir dengan mengalahkan nya sekali
berarti tiada teriakan kebenaran lagi

sembuh luka Andrie
hanya terwujud saat pelaku diadili
sembuh luka Andrie
hanya terjadi bersama sembuhnya negeri ini

setelah di banyak kesempatan, Andrie
bersuara atas nama kami
di tengah kesempitan ini kami akan terus
bersuara atas nama Andrie

2026
Wirid Kamis

Kamis, kamis, kamis
Kuulang tiga puluh tiga kali
Seperti dzikir, mesti setiap waktu
setiap hari, setiap nafas pulang dan pergi

Kamis, kamis, kamis
Kuulang tiga puluh tiga kali
Semoga Bu Sumarsih, mbak Suciwati
dan teman-teman selalu kuat dan berani
Sebab merongrong kekuasaan adalah keteladanan hakiki

Kamis, kamis, kamis
Kuulang tiga puluh tiga kali
Sopan santun tak pernah digubris
Sekali keras dicap antek Soros yang anarkis
Terserah, intinya kami tidak betah lagi hidup miris

Kamis, kamis, kamis
Kuulang tiga puluh tiga kali
Bangsat pemerintah membiarkan kita jadi pengemis
Pajak kita digenjot ketika keuangan negara menipis
Semua akal-akalan mereka sangat-sangat najis

Kamis, kamis, kamis
Kuulang tiga puluh tiga kali
Tuhan izinkan aku menjadi panas bara api
Untuk membakar kebodohan pemerintah hari ini
Sampai selesai semua di sini
Dan kuulangi lagi di neraka sana, tiga puluh tiga kali
Tidak boleh berhenti

Kamis, kamis, kamis
Kuulang tiga puluh tiga kali
Seratus kali
Seribu kali
Sejuta kali
Setiap kamis
Setiap hari
Seperti dzikir kepadamu Tuhan
tidak boleh berhenti
Setiap nafas ku pulang dan pergi

2026
Tiada Kemerdekaan Hari Ini

angin tak begitu yakin untuk
mengibarkan bendera hari ini
langit hampir tak sudi akan
menatap yang merah dan putih pagi ini

mereka khawatir bahwa bendera
yang mereka kibarkan ternyata berarti penjajahan
mereka takut merah itu adalah darah orang berani mati
yang gugur dengan cara tidak semestinya dan
putih itu adalah tanda pasrah orang-orang kalah

dapatkah sang Garuda terbang tinggi
demi meyakinkan mereka
bahwa hutan tak akan dipelonco lagi
bahwa hewan-hewan bisa hidup layak lagi
bahwa manusia tak akan ditindas lagi

seperti nya sang Garuda pun
tidak bisa berbuat banyak kali ini,
sebab nyalinya sudah dikebiri

benar-benar tiada kemerdekaan hari ini

2026

Tulisan Lain di &

Empat Menit dan Puisi Lainnya

Teater Bangkit FKIP Unisma Gelar Pentas Perdana 2026, Angkat Cerita Krisis Jati Diri

Semoga Tuhan Mengampuniku: Puisi-puisi oleh Aksara Alisya

Kamar Terang: Puisi-puisi Muhammad Rizqi Fadilah

Mendung di Langit Malaysia

En Garde: Energi Booster dengan Lirik Penyemangat Anti-Give Up!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru

Tiada Kemerdekaan Hari Ini dan Puisi Lainnya

Empat Menit dan Puisi Lainnya

Peringati Dies Natalis ke-45, Fakultas Hukum Unisma Perkuat SDM dan Dorong Kontribusi Menuju World Class University

MTQ SLTA 2026 Unisma Jadi Ajang Lahirkan Generasi Qurani Berprestasi

Populer

Tiada Kemerdekaan Hari Ini dan Puisi Lainnya

Empat Menit dan Puisi Lainnya

Peringati Dies Natalis ke-45, Fakultas Hukum Unisma Perkuat SDM dan Dorong Kontribusi Menuju World Class University

MTQ SLTA 2026 Unisma Jadi Ajang Lahirkan Generasi Qurani Berprestasi

Verified by MonsterInsights