Malang, LPM Fenomena — Semangat Al-Qur’an menggema di lingkungan Universitas Islam Malang (Unisma) melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) SLTA Se-Jawa Timur 2026 yang digelar oleh UKM Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadz (JQH) Unisma pada Sabtu (1/8/2026). Tak sekadar menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan generasi Qurani sekaligus momentum memperingati Lustrum IX dan Dies Natalis ke-45 Universitas Islam Malang.
Mengusung tema “Meneguhkan Semangat Al-Qur’an dalam Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Cerdas, Berkarakter, Tangguh, dan Berwawasan Global”, MTQ SLTA tahun ini menghadirkan berbagai cabang perlombaan, mulai dari Musabaqah Tilawatil Qur’an, Hifdzil Qur’an, Syarhil Qur’an, hingga Khattil Qur’an.
Antusiasme peserta pun terlihat sejak masa pendaftaran dengan terpenuhinya seluruh kuota pada setiap cabang lomba, bahkan panitia masih menerima banyak permintaan dari calon peserta yang ingin bergabung setelah pendaftaran ditutup.
Peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain didominasi peserta dari Malang dan Batu, panitia juga menerima peserta dari Jombang, Kediri, Trenggalek, Ponorogo, Jember hingga Pamekasan. Kehadiran peserta dari berbagai penjuru daerah menjadi indikator bahwa MTQ SLTA Unisma mulai dikenal sebagai kompetisi yang bergengsi di tingkat regional.
Menariknya MTQ SLTA tahun ini turut dimeriahkan dengan keikutsertaan Mailya Ikrima atau yang akrab disapa kak Arim, mentor Hafiz Indonesia 2026, yang menyabet juara 3 putri cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an.

Ketua UKM JQH Unisma, Andiko Fatur Rachman, menjelaskan bahwa penyelenggaraan MTQ SLTA merupakan bagian dari agenda besar universitas sekaligus bentuk komitmen UKM JQH dalam mengembangkan syiar Al-Qur’an di kalangan pelajar. Menurutnya, meski waktu persiapan tergolong singkat, seluruh panitia mampu mengoptimalkan proses sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, untuk persiapan acara MTQ SLTA ini berjalan lancar. Walaupun waktu yang kami miliki sekitar satu bulan, seluruh kuota peserta di setiap cabang perlombaan berhasil terpenuhi,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Friza selaku penanggung jawab cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an. Ia mengaku bangga karena seluruh rangkaian perlombaan dapat berlangsung dengan lancar, mulai dari tahap persiapan, technical meeting, hingga pelaksanaan.
Kesuksesan pelaksanaan acara juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Rektorat Unisma yang dinilai memberikan fasilitasi secara optimal sehingga kebutuhan teknis maupun administrasi dapat dipenuhi dengan cepat selama proses persiapan.
Di balik suksesnya penyelenggaraan, panitia juga merasakan pengalaman berharga. Rahma, salah satu panitia pelaksana, mengaku keterlibatan dalam MTQ menjadi kesempatan untuk belajar mengelola kegiatan berskala besar. “Ini menjadi ruang bagi kami untuk belajar dan bertumbuh, terutama bagaimana mengelola sebuah kegiatan besar dengan baik karena melibatkan banyak pihak dari luar kampus,” ujarnya.
Bagi para peserta, MTQ bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara. Nabila Lailiyah Rusdi, peserta cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti perlombaan. “Saya merasa senang dan beruntung bisa bertemu banyak orang hebat di MTQ SLTA 2026. Ke depannya saya ingin lebih sering mengikuti lomba-lomba MTQ agar bisa terus belajar dan menambah pengalaman,” tuturnya.
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ SLTA 2026 menjadi modal penting bagi UKM JQH Unisma untuk melangkah lebih jauh. Andiko berharap pada tahun mendatang kompetisi ini dapat berkembang hingga tingkat nasional sehingga mampu menjangkau lebih banyak pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. “Kami berharap tahun depan MTQ ini dapat terealisasi menjadi tingkat nasional sehingga peserta dari luar Jawa Timur juga bisa ikut berpartisipasi,” harapnya.
Melalui MTQ SLTA 2026, Unisma tidak hanya menghadirkan panggung kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter, ukhuwah, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Semangat kolaborasi panitia, dukungan institusi, serta antusiasme peserta menjadi bukti bahwa nilai-nilai Qurani mampu terus tumbuh dan menginspirasi generasi muda menuju masa depan yang lebih berprestasi.





